Generate Jurnal

Cara Membuat Jurnal Sinta 2: Panduan Langkah demi Langkah untuk Penulis dan Dosen

Ingin tembus Sinta 2? Ikuti panduan langkah demi langkah ini: dari riset gap, pemilihan struktur, hingga strategi submit yang benar. Cocok untuk penulis, dosen, dan mahasiswa.

Tim Editorial Elevate 5 menit baca 93 kali dibaca

Mempublikasikan artikel di jurnal terakreditasi Sinta 2 adalah pencapaian yang membuka banyak peluang: kenaikan pangkat, pengakuan akademik, dan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan. Namun, banyak penulis yang gagal bukan karena kualitas risetnya rendah, melainkan karena tidak memahami proses dan strategi yang tepat. Artikel ini hadir sebagai panduan langkah demi langkah yang praktis dan realistis untuk membantu Anda menyusun naskah yang layak tembus Sinta 2. Fokus kami bukan pada trik instan, melainkan pada fondasi akademik yang kuat dan cara mengikuti standar yang berlaku.

1. Pahami Karakteristik Jurnal Sinta 2

Sebelum menulis, Anda harus tahu ke mana Anda akan melangkah. Sinta (Science and Technology Index) adalah sistem pemeringkatan jurnal ilmiah Indonesia. Sinta 2 menempati peringkat kedua tertinggi, yang berarti jurnal di level ini memiliki kualitas editorial dan ilmiah yang sangat baik, namun tetap lebih mudah ditembus dibanding Sinta 1 yang umumnya didominasi jurnal internasional bereputasi.

Jurnal Sinta 2 biasanya memiliki ciri-ciri berikut:

  • Proses review double-blind (penulis dan reviewer saling tidak tahu identitas).
  • Frekuensi terbit minimal 2 kali setahun (biasanya 4-6 artikel per edisi).
  • Memiliki DOI untuk setiap artikel (dikelola oleh Crossref atau sejenisnya).
  • Menerapkan plagiarism check dengan tingkat kemiripan di bawah 20-25%.
  • Memiliki fokus dan ruang lingkup yang jelas, seringkali tematik.

Karena itu, langkah pertama Anda adalah memilih jurnal yang tepat. Jangan asal pilih jurnal yang terindeks Sinta 2, tetapi pastikan topik riset Anda sesuai dengan ruang lingkup jurnal tersebut. Baca beberapa artikel terbitan terbaru untuk memahami gaya penulisan, format, dan kedalaman analisis yang diharapkan.

2. Riset Gap dan Kontribusi yang Jelas

Reviewer Sinta 2 sangat memperhatikan kebaruan (novelty). Namun, kebaruan tidak harus berarti menemukan teori baru. Bisa berupa:

  • Menerapkan teori lama pada konteks baru (misal: studi kasus di daerah yang belum diteliti).
  • Menggabungkan dua metode yang jarang dipadukan.
  • Memberikan data empiris terbaru yang mengisi kekosongan literatur.

Untuk menemukan gap, lakukan tinjauan pustaka yang sistematis. Gunakan Google Scholar, Scopus, atau Garuda untuk mencari artikel terkait. Catat apa yang sudah diteliti dan apa yang belum. Di bagian pendahuluan, Anda harus secara eksplisit menyatakan celah tersebut dan bagaimana penelitian Anda mengisinya. Jangan hanya menulis “penelitian ini penting” tanpa bukti.

Contoh kalimat yang baik: “Meskipun banyak studi tentang adopsi e-learning di perkotaan, penelitian di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) masih jarang. Studi ini mengisi gap tersebut dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi e-learning di Kabupaten X.”

3. Susun Struktur Artikel yang Sesuai Standar

Struktur artikel jurnal Sinta 2 umumnya mengikuti IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) atau variasinya. Pastikan setiap bagian ditulis dengan jelas dan padat.

Pendahuluan

Jelaskan latar belakang, masalah penelitian, tujuan, dan kontribusi. Gunakan data atau fakta yang relevan (dengan sitasi yang benar). Hindari pengulangan yang tidak perlu. Akhiri dengan tujuan penelitian yang spesifik.

Metode

Jelaskan desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen, prosedur, dan analisis data. Detail yang cukup agar penelitian dapat direplikasi. Jika menggunakan metode kualitatif, jelaskan pendekatan dan teknik keabsahan data.

Hasil

Sajikan temuan secara objektif, tanpa interpretasi berlebihan. Gunakan tabel atau gambar jika perlu, tetapi pastikan tidak duplikatif dengan teks. Beri label yang jelas dan rujuk dalam narasi.

Pembahasan

Ini bagian terpenting. Bandingkan hasil Anda dengan penelitian sebelumnya, jelaskan mengapa hasilnya berbeda atau sama, dan kaitkan dengan teori. Jangan hanya mengulang hasil. Diskusikan implikasi praktis dan keterbatasan penelitian.

Kesimpulan

Ringkas temuan utama, jawab tujuan penelitian, dan berikan saran untuk penelitian lanjutan. Hindari kesimpulan yang terlalu panjang atau mengulang abstrak.

4. Perhatikan Gaya Penulisan dan Sitasi

Setiap jurnal memiliki gaya selingkung (author guidelines) yang harus diikuti. Biasanya mencakup:

  • Format sitasi (APA, IEEE, atau lainnya) dan cara menulis daftar pustaka.
  • Panjang artikel (biasanya 4.000-8.000 kata).
  • Abstrak maksimal 250 kata dengan kata kunci 3-5 frasa.
  • Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar atau bahasa Inggris untuk jurnal internasional.

Jangan meremehkan aturan ini. Banyak naskah ditolak sebelum review karena tidak sesuai format. Gunakan reference manager seperti Mendeley atau Zotero untuk memudahkan sitasi dan memastikan konsistensi.

Selain itu, perhatikan tingkat plagiarisme. Gunakan alat seperti Turnitin atau iThenticate untuk mengecek kemiripan. Parafrase dengan benar dan selalu beri sitasi untuk ide orang lain.

5. Proses Submit dan Menghadapi Review

Setelah naskah siap, lakukan langkah berikut:

  1. Baca kembali author guidelines jurnal target secara menyeluruh.
  2. Buat surat pernyataan keaslian naskah (jika diminta).
  3. Submit melalui sistem online (biasanya OJS - Open Journal Systems).
  4. Pantau status naskah secara berkala.
  5. Jika mendapat keputusan “major revision” atau “minor revision”, jangan berkecil hati. Ini adalah kesempatan untuk memperbaiki.

Saat merevisi, tanggapi setiap komentar reviewer secara point-by-point. Jelaskan perubahan yang Anda lakukan. Jika Anda tidak setuju dengan suatu komentar, sampaikan argumen dengan sopan dan berdasarkan bukti. Reviewer menghargai penulis yang responsif dan profesional.

Checklist Penting Sebelum Submit

  • Apakah topik sesuai dengan ruang lingkup jurnal?
  • Apakah novelty sudah jelas dan dinyatakan di pendahuluan?
  • Apakah struktur artikel sesuai IMRaD dan panduan jurnal?
  • Apakah sitasi dan daftar pustaka konsisten?
  • Apakah abstrak informatif dan tidak melebihi batas kata?
  • Apakah tingkat kemiripan di bawah batas yang ditentukan?
  • Apakah semua tabel dan gambar memiliki judul dan sumber yang jelas?
  • Apakah Anda sudah membaca naskah ulang untuk memastikan tidak ada typo?

Kesimpulan

Membuat jurnal Sinta 2 bukanlah hal yang mustahil, tetapi membutuhkan ketekunan dan strategi. Kunci utamanya adalah memahami karakteristik jurnal, menemukan gap yang relevan, menulis dengan struktur yang benar, dan mengikuti proses review dengan baik. Jangan menyerah jika naskah Anda ditolak pertama kali. Gunakan umpan balik untuk memperbaiki kualitas. Dengan konsistensi, Anda akan semakin dekat dengan publikasi di jurnal bereputasi.

Mulailah dari langkah pertama: pilih jurnal yang tepat dan riset gap Anda. Selamat menulis!

jurnal sinta 2panduan menulis jurnalpublikasi ilmiahcara membuat jurnalsinta 2

Artikel terkait